Kajian TV
Welcome
Login

Penganiayaan Yang Diterima Bilal Bin Rabah | Kisah Sahabat Rasulullah | Syekh Zahir Mahmood

Thanks! Share it with your friends!

URL

You disliked this video. Thanks for the feedback!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Added by Sunnah Channel in Lampu Islam
48 Views

Description

Blog Lampu Islam: http://www.lampuislam.blogspot.com
Facebook Page: http://www.facebook.com/LampuIslam
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩Ϫ۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Video diambil dari: http://www.youtube.com/inkofknowledge
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩Ϫ۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Pembicara: Syekh Zahir Mahmood

Agama yang dibawa Rasulullah S.A.W. memberikan umat muslim harapan. Dan inilah mengapa banyak orang yang masuk Islam adalah orang-orang yang teraniaya. Dan rintangan terbesar yang dihadapi para pemimpin Quraisy, mereka berkata "kami tidak bisa duduk bersama orang-orang seperti Bilal, bagaimana mungkin Bilal sama seperti kita?" Abu Jahal berkata, "Bagaimana mungkin orang seperti Khubab menjadi sederajat denganku?" Walid ibn Mughira berkata "Bagaimana mungkin Sohaib Ar Rumi menjadi setara denganku?"

Allah S.W.T. berfirman dalam Al-Qur'an. Dia berfirman kepada Rasulullah S.A.W. "Wahai Rasulullah, tetaplah bersabar bersama dengan orang-orang yang mengingat Allah pada waktu pagi dan sore." Kenapa? Karena mereka membuat senang Allah S.W.T. Dan Bilal R.A. masuk Islam karena Islam memberikan harapan. Dan setelah sekian lama, Umayah ibn Khaf mengetahui bahwa Bilal telah masuk Islam sehingga dia menyiksa Bilal.

Demi Allah, jika jalanan kota Mekkah dapat berbicara pada masa sekarang, mereka akan memberitahumu bahwa di tempat ini Ammar dan Yasir dibunuh. Rasulullah S.A.W. menghampiri Yasir dan mengelus kepalanya, kemudian dia bersabda "Wahai Yasir, bersabarlah, karena tempatmu di sisi Allah adalah surga." Jalanan Mekkah akan berbicara bahwa di tempat inilah Summayah R.A. mati syahid. Jika Kentucky Fried Chicken dan McDonalds di Mekkah dapat berbicara, mereka akan memberitahumu bahwa di tempat ini umat muslim diboikot selama 2 setengah tahun, sehingga mereka terkadang harus memakan dedaunan untuk bertahan hidup!

Jika Pearl Continentals dan Sheraton dapat berbicara, Demi Allah, mereka akan memberitahumu bahwa disinilah Khubab dipaksa berbaring di atas kayu arang sehingga daging dan kulit punggungnya meleleh. Jika jalanan kota Mekkah dapat berbicara, mereka akan memberitahumu bahwa di tempat ini Bilal diseret-seret hingga kulitnya terkelupas dari tubuhnya, kemudian mereka memukulinya dengan kayu dan menimpukinya dengan batu. Dan apa yang Bilal katakan? Dia berkata Ahad (Allah itu satu).

Dan di panas teriknya semenanjung Arab, mereka memaksanya berbaring, mereka memakaikan baju besi di tubuhnya sehingga dia mendidih, dan mereka menempatkan sebuah batu besar di dadanya, sehingga dia merasa seakan-akan tulang rusuknya diremukkan. Kemudian mereka berkata "Bilal, keluarlah dari agamamu!" Dan Bilal menjawab "Ahad, ahad (Allah itu satu)." Mereka berkata "Bilal, berimanlah kepada Latta dan Uzza." Tapi Bilal R.A. menjawab "Lidahku tidak bisa mengucapkan kata-kata itu."

Dan Imam Halawi berkata bahwa Bilal mencoba meringankan penyiksaan yang menimpanya dengan manisnya tauhid. Aqad berkata "Bagaimana caranya Bilal dapat menahan siksaan yang diterimanya? Karena hati dan pikirannya tetap teguh."

Post your comment

RSS