Kajian TV
Welcome
Login

Hak Dalam Islam: Hak-Hak Jalan (Bagian Ke-2) - (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Thanks! Share it with your friends!

URL

You disliked this video. Thanks for the feedback!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Added by Rodja TV in Rodja TV
37 Views

Description

Alhamdulillah, kita akan menyelesaikan bab yang telah disinggung sebagian pembahasannya, Hak-Hak Jalan (Bagian ke-1). Ceramah agama ini adalah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin malam, 17 Jumadal Akhirah 1436 / 6 April 2015 di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor yang merupakan kajian rutin pembahasan kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam karya Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah. Mari simak pembahasan ilmiah penuh manfaat. “Hak-Hak Jalan (Bagian ke-2)“.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam
Hak-Hak Jalan (Bagian ke-2)

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ, مَا لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا بُدٌّ نَتَحَدَّثُ فِيهَا، قَالَ: فَأَمَّا إِذَا أَبَيْتُمْ إِلا الْمَجْلِسَ, فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ, فَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلامِ، وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ
“”Janganlah kalian duduk-duduk di tepi jalanan.” Maka para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami perlu untuk berbincang-bincang di pinggir jalan.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jika kalian tidak bisa melainkan bermajelis di pinggir jalan (duduk di situ), maka berikanlah jalan itu haknya. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu, wahai Rasulullah?” Kata Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Menjaga pandangan, tidak mengganggu orang lain, menjawab salam, serta memerintahkan perbuatan yang baik (amar ma’ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar).“”
Hak Jalan
3. Menjawab Salam

Hak jalan yang ketiga yang disebut dalam hadits ini yang belum kita bahas adalah “menjawab salam”. Dari sini kita tahu, bahwa siapa saja orang yang duduk di pinggir jalan, maka dia harus memberikan hak jalan, di antara hak jalan yang ketiga adalah menjawab salam apabila ada yang mengucapkan salam. Mengapa?

Ada banyak alasan, di antaranya:
1. As-Salam adalah “اسم اسم الله تعلى“, (yaitu) “salah satu Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salam adalah ucapan kaum Muslimin. Dan Asy-Syaikh (Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid – Ed) berkata, “Saya katakan ini, di zaman di mana kita jumpai banyak sekali kaum Muslimin melewati orang dan menelepon tidak mengucapkan salam.” Syaikh Bakr Abu Zaid menulis kutaib (kitab kecil), “أدب الهاتف” (artinya: “Adab Menelepon”), di antara adab menelepon, bahwa orang yang menelepon mengucapkan salam. Misalkan Muhammad menelepon ke Ahmad, maka sunnahnya Muhammad harus mengucapkan dulu ke Ahmad, bukan Ahmad mengucapkan salam ke Muhammad.



Di salam sebuah hadits, hadits ini shahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السَّلامُ اسْمٌ مِنْ أَسْمَاءِ اللَّهِ تَعَالَى ، وَضَعَهُ فِي الأَرْضِ ، فَأَفْشُوهُ بَيْنَكُمْ ، فَإِنَّ الرَّجُلَ الْمُسْلِمَ إِذَا مَرَّ بِقَوْمٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ ، فَرَدُّوا عَلَيْهِ ، كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ فَضْلُ دَرَجَةٍ ، بِتَذْكِيرِهِ إِيَّاهُمُ السَّلامَ ، فَإِنْ لَمْ يَرُدُّوا عَلَيْهِ ، رَدَّ عَلَيْهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُمْ
“Salam adalah salah satu nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah letakkan di atas muka bumi. Maka sebarkanlah salam di antara kalian, karena sesungguhnya seorang Muslim apabila melewati suatu kaum dan ia mengucapkan salam, kemudian mereka jawab, maka dia memiliki kedudukan daripada mereka 1 derajat dengan mengingatkan mereka dengan lafadz salam itu. Kalau mereka tidak menjawab salamnya, maka akan dijawab oleh yang lebih baik dari mereka (yaitu para malaikat).” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad

Mari simak bahasan mendetil atas 2 hak yang tersisa dari total 4 hak jalan yang insya Allah sangat bermanfaat. Walhamdulillah.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=12731
Rodja.TV: http://rodja.tv/1731

Post your comment

RSS