Kajian TV
Welcome
Login

Kunci Meraih Kebahagiaan - Ustadz Dzikru Rahman, Lc

Thanks! Share it with your friends!

URL

You disliked this video. Thanks for the feedback!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Added by Sunnah Channel in
43 Views

Description

Kebahagiaan… yang merasakannya adalah hati.

Oleh karenanya, hati menjadi kunci kebahagiaan seseorang. Sayang banyak orang salah jalan, dan mencari kebahagiaan dengan memanjakan diri dan nafsunya. Padahal harusnya dia hanya membutuhkan satu kunci kebahagiaan!

Kunci tersebut adalah: dekatnya dia dengan Allah Ta’ala.

Oleh karena itulah Allah ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlahlah bahwa dengan berdzikir(mengingat-Ku); hati-hati akan menjadi tenang“. (QS. Ar Ra’d: 28).

Oleh karena itu pula Nabi –shallallahu alaihi wasallam– mengatakan kepada sahabat tercintanya Abu Bakar, saat puncak kecemasan menghampirinya di dalam goa, sebagaimana dikisahkan oleh Alqur’an (yang artinya):

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Janganlah bersedih, karena sungguh Allah bersama kita“. (QS. At Taubah: 40).

Oleh karena ini pula, Allah memerintahkan kepada mereka yang terkena musibah untuk mengatakan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Inna lillahi wa inna ilahi rojiun” (Sungguh kami milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali). (QS. Al Baqarah: 156).

Oleh karenanya, ketika memerintahkan bersabar, Allah berfirman:

وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah bersama orang yang bersabar“. (QS. Al-Anfal: 46).

Oleh karena ini pula, mereka yang baru masuk Islam akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karena kontrasnya jarak mereka dengan Allah, antara sebelum masuk Islam dengan sesudah masuk Islam.

Kebahagiaan itu ketika kita semua dekat dengan kekasih hati kita. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengasihi.

Ya Allah sayangilah kami, dan ampunilah kami, karena kebodohan kami tentang-Mu… Sungguh Engkau Maha Dekat dan sudi memperkenankan doa kami.

Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini

Post your comment

RSS