Kajian TV
Welcome
Login

Pengajian Islam: Makna Muhammad Rasulullah - Ustadz Chusnul Yakin, M Pd.I

Thanks! Share it with your friends!

URL

You disliked this video. Thanks for the feedback!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Added by Sunnah Channel in
44 Views

Description

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam adalah seorang yang benar perkataannya lagi dibenarkan, orang yang Allah Ta’ala serahi kepercayaan atas wahyu-Nya. Maka segala sesuatu yang beliau beritakan, adalah kebenaran dan kejujuran. Tidak ada kebohongan maupun penyelisihan janji.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan apa saja yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukumannya.” (Qs.Al Hasyr: 7)

Demikian pula Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka lakukanlah sesuai kemampuan kalian. Dan apa saja yang aku larang, maka jauhilah.” [1]

Adapun peribadahan kepada Allah Ta’ala, haruslah dilakukan sesuai dengan syari’at yang dibawa oleh beliau shallallaahu’alaihi wa sallam, bukan dengan hawa nafsu maupun kebid’ahan. Karena sesungguhnya hukum asal dari ibadah adalah dikerjakan berdasarkan syari’at. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Seluruh bid’ah adalah kesesatan.” [2]

Inilah makna syahadat “Muhammad adalah utusan Allah” dari segi konsekuensinya.Tidak diragukan lagi bahwasanya syahadat tersebut menuntut adanya keimanan terhadap beliau, pembenaran terhadap berita yang beliau bawa, ketaatan terhadap perintahnya, dan berhenti dari perkara-perkara yang beliau larang. Begitu pula pengagungan terhadap perintah dan larangan beliau, dan tidak mendahulukan perkataan seorang pun atas perkataan beliau.

Demikian pula, menjadi kemestian bagi seseorang yang mengucapkan syahadat ini, untuk menyertainya dengan amalan yang ditunjukkan oleh syahadat tersebut.Perkataan dengan lisan tanpa dibarengi pengamalan perkara-perkara yang merupakan konsekuensi syahadat tersebut, menyebabkan orang tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai orang yang telah bersyahadat bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, sebagaimana perkataan seseorang “Laa ilaaha Illallaah”, tanpa dibarengi amalan yang menjadi konsekuensinya, menyebabkan dirinya bukanlah termasuk orang yang bersyahadat bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk disembah selain Allah dengan sebenar-benarnya.

Oleh karena itu, hal pertama yang merupakan kewajiban bagi seorang manusia adalah mengetahui perkara ini dengan hatinyadengan ilmu yang pasti, mengucapkannya dengan lisannya dengan lafadz syahadatain, dan beramal dengan apa yang menjadi konsekuensinya. ” Selesai kutipan perkataan beliau dari kitab Haasyiah Tsalatsatil Ushuul (hal. 78-79).

—————-

Catatan kaki:

[1]. HR Muslim dalam Shahih Muslim (No. 1337). “Apa yang aku larang kalian darinya maka jauhilah, dan apa yang aku perintahkan kalian dengannya maka lakukanlah sesuai kemampuan kalian.”

[2]. Dari hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim (no. 867) dan selainnya. Dan juga dalam hadits al ‘Irbadh bin Saariyah radhiyallahu ‘anhu dalam Sunan Abu Dawud (no. 4607) dan selainnya. Dan ayahku -yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani rahimahullaah telah menshahihkannya dalam Al Irwa‘ (no. 2455).

***
Sumber: https://muslimah.or.id/3912-makna-syahadat-muhammad-adalah-rasulullah.html

Post your comment

RSS