Kajian TV
Welcome
Login

Ceramah Agama Islam: Nasihat Ulama Bagi Para Penuntut Ilmu (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Thanks! Share it with your friends!

URL

You disliked this video. Thanks for the feedback!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Added by Rodja TV in Rodja TV
53 Views

Description

Sebuah ceramah agama yang disampaikan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Sabtu malam, 15 Dzulqa’dah 1435 / 6 September 2014, ba'da Maghrib. Ceramah yang diketengahkan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc. ini menyampaikan sebuah tema yang sangat menarik terkait erat dengan adab menuntut ilmu. Mari simak ceramah agama Islam “Nasihat Ulama bagi Para Penuntut Ilmu”.

NB: Mohon maaf, video ceramah ini tidak komplit, hanya memuat sesi pertama dari kajian tersebut. Untuk versi lengkap, Anda dapat mengunduh rekaman audionya.

Nasihat Ulama kepada Penuntut Ilmu
Nasihat Pertama
Jika kita ingin istiqomah, eksis, dan bertahan di atas Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, iman, ketaatan, dan aqidah yang shahihah, maka kita harus terus merasa diri kecil, rendah, dan bodoh. Ini sebuah kaidah di dalam bidang istiqomah.

Jika kita tetap ingin eksis untuk menghadiri majelis ilmu, kita ingin tetap bertahan dalam melangkahkan kaki mengerjakan shalat berjamaah, kita ingin terus menghafal Al-Quran Al-Karim, kita ingin terus beribadah kepada Allah, kita ingin terus berpenampilan sesuai dengan Sunnah, dan mendakwahkan Sunnah, maka salah satu kunci yang harus kita miliki: teruslah merasa diri kecil, kita harus tetap merasa diri rendah, dan kita harus merasa diri bodoh.

Di antara dalil tentang masalah ini adalah sebuah hadits yang sering menyapa telinga kita ketika kita berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu agama, ketika Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa menuntut ilmu agama adalah jalan pintas menuju surga.

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة
“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka Allah pintaskan jalannya menuju surga.”

Banyak di antara kita luput tentang salah satu hikmah yang ada di balik hadits ini.

Dalam bahasa Arab, “يلتمس” (yaltamisu) berarti menuntut / meminta, menuntut / tuntutan dari pihak yang kecil ke pihak yang besar, dari pihak yang rendah ke pihak yang tinggi, dari pihak yang bodoh ke pihak yang berilmu. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menuntut / memerintahkan kita tidak menggunakan kata “yaltamisu“, tapi menggunakan “أمر – يأمر“, seperti yang Allah firmankan dalam Surat An-Nahl, ayat ke-90:

Ayo simak nasihat-nasihat berikutnya dengan menyimak video ceramah ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/2014/09/06/nasihat-ulama-bagi-para-penuntut-ilmu-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc/
Rodja.TV: http://rodja.tv/nasihat-ulama-bagi-para-penuntut-ilmu-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-lc_bcf38203e.html

Post your comment

RSS